Sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, mau tidak mau, suka tidak suka,
semua warga negara Indonesia harus bangga berbahasa Indonesia. Karena
bila tidak kita sebagai warganya, lalu siapa lagi?
Sedangkan
Malaysia sudah membeli EYD yang sudah tidak kita gunakan lagi. Oleh
karena itu, jangan pernah terkejut bila suatu hari nanti bahasa Malaysia
sama dengan bahasa Indonesia. Belum lagi Jepang yang sejak 1967 telah
membuka jurusan bahasa dan sastra Indonesia di salah satu perguruan
tinggi tertuanya. Bahkan di Australia, bahasa Indonesia merupakan mata
pelajaran wajib dari kelas 1-12. Keberadaan bahasa Indonesia di sana
sama dengan bahasa Inggris di Indonesia. Di Oslo pun telah lama dibuka
kursus bahasa Indonesia. Mereka mendatangkan narasumber asli dari
Indonesia. Belum lagi Belanda, Amerika, Jerman, Suriname.
Pada
dasarnya kebudayaan Indonesialah yang membuat mereka begitu kagum
sehingga ingin mempelajari, salah satunya bahasanya. Ayolah para
generasi muda. Keberadaan bahasa Indonesia di masa yang akan datang ada
di tangan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar