Selasa, 25 Oktober 2011

Di Balik Bahasa Indonesia

Sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, mau tidak mau, suka tidak suka, semua warga negara Indonesia harus bangga berbahasa Indonesia. Karena bila tidak kita sebagai warganya, lalu siapa lagi?

Sedangkan Malaysia sudah membeli EYD yang sudah tidak kita gunakan lagi. Oleh karena itu, jangan pernah terkejut bila suatu hari nanti bahasa Malaysia sama dengan bahasa Indonesia. Belum lagi Jepang yang sejak 1967 telah membuka jurusan bahasa dan sastra Indonesia di salah satu perguruan tinggi tertuanya. Bahkan di Australia, bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib dari kelas 1-12. Keberadaan bahasa Indonesia di sana sama dengan bahasa Inggris di Indonesia. Di Oslo pun telah lama dibuka kursus bahasa Indonesia. Mereka mendatangkan narasumber asli dari Indonesia. Belum lagi Belanda, Amerika, Jerman, Suriname.

 Pada dasarnya kebudayaan Indonesialah yang membuat mereka begitu kagum sehingga ingin mempelajari, salah satunya bahasanya. Ayolah para generasi muda. Keberadaan bahasa Indonesia di masa yang akan datang ada di tangan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar